- A. PERTUMBUHAN INDIVIDU
Individu berasal dari kata latin individuum yang artinya tidak
terbagi. Individu menekankan penyelidikan kepada kenyataan-kenyataan
hidup yang istimewa dan seberapa mempengaruhi kehidupan manusia (Abu
Ahmadi, 1991: 23). Individu bukan berarti manusia sebagai suatu
keseluruhan yang tidak dapat dibagi, melainkan sebagi kesatuan yang
terbatas, yaitu sebagai manusia perseorangan.
Individu adalah seorang manusia yang tidak hanya memiliki peranan
khas di dalam lingkungan sosialnya,melainkan juga mempunyai kepribadian
serta pola tingkah laku spesifik dirinya. Terdapat tiga aspek yang
melekat sebagai persepsi terhadap individu, yaitu aspek organik
jasmaniah, aspek psikis-rohaniah, dan aspek-sosial yang bila terjadi
kegoncangan pada suatu aspek akan membawa akibat pada aspek yang
lainnya. Individu dalam tingkah laku menurut pola pribadinya ada 3
kemungkinan: pertama menyimpang dari norma kolektif kehilangan
individualitasnya, kedua takluk terhadap kolektif, dan ketiga
memengaruhi masyarakat (Hartomo, 2004: 64).
Individu tidak akan jelas identitasnya tanpa adanya suatu masyrakat
yang menjadi latar belakang keberadaanya. Individu berusaha mengambil
jarak dan memproses dirinya untuk membentuk perilakunya yang selaras
dengan keadaan dan kebiasaan yang sesuai dengan perilaku yang telah ada
pada dirinya.
Manusia sebagai individu salalu berada di tengah-tengah kelompok
individu yang sekaligus mematangkannya untuk menjadi pribadi yang
prosesnya memerlukan lingkungan yang dapat membentuknya pribadinya.
Namun tidak semua lingkungan menjadi faktor pendukung pembentukan
pribadi tetapi ada kalanya menjadi penghambat proses pembentukan
pribadi.
Pengaruh lingkungan masyarakat terhadap individu dan khususnya
terhadap pembentukan individualitasnya adalah besar, namun sebaliknya
individu pun berkemampuan untuk mempengaruhi masyarakat. Kemampuan
individu merupakan hal yang utama dalam hubungannya dengan manusia.
Pertumbuhan adalah berkaitan dengan masalah perubahan dalam besar,
jumlah, ukuran atau dimensi tingkat sel organ maupun individu yang bisa
diukur dengan berat, ukuran panjang, umur tulang dan keseimbangan
metabolic (Soetjiningsih, 1988).
- FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI PERTUMBUHAN
- Pendirian Nativistik : Pertumbuhan yang dibawa sejak lahir
- Pendirian Empiristik & Environmentalistik: Pertumbuhan dipengaruhi lingkungan
- Pendirian konvergensi & Interaksionisme: Pertumbuhan yang dibawa sejak lahir dan di pengaruhi lingkungan.
- B. FUNGSI KELUARGA
- PENGERTIAN FUNGSI KELUARGA
Keluarga adalah sekelompok orang yang mendiami sebagian atau seluruh
bangunan yang tinggal bersama dan makan dari satu dapur yang tidak
terbatas pada orang-orang yang mempunyai hubungan darah saja, atau
seseorang yang mendiami sebagian atau seluruh bangunan yang mengurus
keperluan hidupnya sendiri.
Keluarga berasal dari bahasa Sansekerta: kula dan warga “kulawarga”
yang berarti “anggota” “kelompok kerabat”. Keluarga adalah lingkungan di
mana beberapa orang yang masih memiliki hubungan darah, bersatu.
Keluarga inti ”nuclear family” terdiri dari ayah, ibu, dan anak-anak
mereka.
Pengertian Keluarga
- Keluarga adalah unit terkecil dari masyarakat yang terdiri atas
kepala keluarga dan beberapa orang yang terkumpul dan tinggal di suatu
tempat di bawah suatu atap dalam keadaan saling ketergantungan.(Menurut
Departemen Kesehatan RI 1998).
- Kumpulan beberapa orang yang karena terikat oleh satu turunan lalu
mengerti dan merasa berdiri sebagai satu gabungan yang hakiki,esensial,
enak dan berkehendak bersama-sama memperteguh gabungan itu untuk
memuliakan masing-masing anggotanya. (Ki Hajar Dewantara)
- Keluarga adalah dua atau lebih dari dua individu yang tergabung
karena hubungan darah, hubungan perkawinan atau pengangkatan dan mereka
hidupnya dalam suatu rumah tangga, berinteraksi satu sama lain dan
didalam perannya masing-masing dan menciptakan serta mempertahankan
suatu kebudayaan.(Menurut Salvicion dan Ara Celis).
Dari pengertian di atas dapat diambil kesimpulan bahwa keluarga adalah :
- Unit terkecil dari masyarakat
- Terdiri atas 2 orang atau lebih
- Adanya ikatan perkawinan atau pertalian darah
- Hidup dalam satu rumah tangga
- Di bawah asuhan seseorang kepala rumah tangga
- Berinteraksi diantara sesama anggota keluarga
- Setiap anggota keluarga mempunyai peran masing-masing
- Diciptakan, mempertahankan suatu kebudayaan
Berbagai peranan yang terdapat di dalam keluarga adalah sebagai berikut :
- Peranan Ayah : Ayah sebagai suami dari istri dan anak-anak, berperan
sebagai pencari nafkah, pendidik, pelindung dan pemberi rasa aman,
sebagai kepala keluarga, sebagai anggota dari kelompok sosialnya serta
sebagai anggota dari kelompok sosialnya serta sebagai anggota masyarakat
dari lingkungannya.
- Peranan Ibu : Sebagai istri dan ibu dari anak-anaknya, ibu mempunyai
peranan untuk mengurus rumah tangga, sebagai pengasuh dan pendidik
anak-anaknya, pelindung dan sebagai salah satu kelompok dari peranan
sosialnya serta sebagai anggota masyarakat dari lingkungannya, disamping
itu juga ibu dapat berperan sebagai pencari nafkah tambahan dalam
keluarganya.
- Peran Anak : Anak-anak melaksanakan peranan psikosial sesuai dengan
tingkat perkembangannya baik fisik, mental, sosial, dan spiritual.
Tugas-tugas Keluarga
Pada dasarnya tugas keluarga ada delapan tugas pokok sebagai berikut :
- Pemeliharaan fisik keluarga dan para anggotanya.
- Pemeliharaan sumber-sumber daya yang ada dalam keluarga.
- Pembagian tugas masing-masing anggotanya sesuai dengan kedudukannya masing-masing.
- Sosialisasi antar anggota keluarga.
- Pengaturan jumlah anggota keluarga.
- Pemeliharaan ketertiban anggota keluarga.
- Penempatan anggota-anggota keluarga dalam masyarakat yang lebih luas.
- Membangkitkan dorongan dan semangat para anggotanya.
- MACAM -MACAM FUNGSI KELUARGA
Ada beberapa fungsi yang dapat dijalankan keluarga, sebagai berikut :
- Fungsi Pendidikan. Dalam hal ini tugas keluarga adalah mendidik dan
menyekolahkan anak untuk mempersiapkan kedewasaan dan masa depan anak
bila kelak dewasa.
- Fungsi Sosialisasi anak. Tugas keluarga dalam menjalankan fungsi ini
adalah bagaimana keluarga mempersiapkan anak menjadi anggota masyarakat
yang baik.
- Fungsi Perlindungan. Tugas keluarga dalam hal ini adalah melindungi
anak dari tindakan-tindakan yang tidak baik sehingga anggota keluarga
merasa terlindung dan merasa aman.
- Fungsi Perasaan. Tugas keluarga dalam hal ini adalah menjaga secara
instuitif merasakan perasaan dan suasana anak dan anggota yang lain
dalam berkomunikasi dan berinteraksi antar sesama anggota keluarga.
Sehingga saling pengertian satu sama lain dalam menumbuhkan keharmonisan
dalam keluarga.
- Fungsi Religius. Tugas keluarga dalam fungsi ini adalah
memperkenalkan dan mengajak anak dan anggota keluarga yang lain dalam
kehidupan beragama, dan tugas kepala keluarga untuk menanamkan keyakinan
bahwa ada keyakinan lain yang mengatur kehidupan ini dan ada kehidupan
lain setelah di dunia ini.
- Fungsi Ekonomis. Tugas kepala keluarga dalam hal ini adalah mencari
sumber-sumber kehidupan dalam memenuhi fungsi-fungsi keluarga yang lain,
kepala keluarga bekerja untuk mencari penghasilan, mengatur penghasilan
itu, sedemikian rupa sehingga dapat memenuhi rkebutuhan-kebutuhan
keluarga.
- Fungsi Rekreatif. Tugas keluarga dalam fungsi rekreasi ini tidak
harus selalu pergi ke tempat rekreasi, tetapi yang penting bagaimana
menciptakan suasana yang menyenangkan dalam keluarga sehingga dapat
dilakukan di rumah dengan cara nonton TV bersama, bercerita tentang
pengalaman masing-masing, dsb.
- Fungsi Biologis. Tugas keluarga yang utama dalam hal ini adalah untuk meneruskan keturunan sebagai generasi penerus.
- Memberikan kasih sayang,perhatian,dan rasa aman diaantara keluarga, serta membina pendewasaan kepribadian anggota keluarga.
- C. INDIVIDU, KELUAARGA DAN MASYARAKAT
Dalam bahasa inggris, masyarakat disebut society. Asal kata socius
yang berarti kawan. Adapun kata masyarakat berasal dari
bahasa arab yang berarti berkumpul dan bekerja sama. Adanya saling
berkumpul dan bekerjasama ini karena adanya bentuk-bentuk aturan hidup
yang bukan disebabkan oleh manusia sebagai perseorangan, melainkan oleh
kekuatan lain dalam lingkungan sosial yang merupakan kesatuan. Dengan
menggunakan pikiran, naluri, perasaan, keinginan dsb manusia memberi
reaksi dan melakukan interaksi dengan lingkungannya. Pola interaksi
sosial dihasilkan oleh hubungan dalm suatu masyarakat.
Berikut dibawah ini adalah beberapa pengertian masyarakat dari beberapa ahli sosiologi :
menurut Munandar Soelaeman masyarakat merupakan kesatuan sosial yang
mempunyai ikatan-ikatan kasih sayang yang erat. Kesatuan sosial
mempunyai kehidupan jiwa seperti adanya ungkapan jiwa rakyat, kehendak
rakyat, kesadaran masyarakat, dsb.
menurut Karl Marx masyarakat adalah suatu struktur yang menderita
suatu ketegangan organisasi atau perkembangan akibat adanya pertentangan
antara kelompok-kelompok yang terbagi secara ekonomi.
Menurut Emile Durkheim masyarakat merupakan suatu kenyataan objektif pribadi-pribadi yang merupakan anggotanya.
Menurut Paul B. Horton & C. Hunt masyarakat merupakan kumpulan
manusia yang relatif mandiri, hidup bersama-sama dalam waktu yang cukup
lama, tinggal di suatu wilayah tertentu, mempunyai kebudayaan sama serta
melakukan sebagian besar kegiatan di dalam kelompok atau kumpulan
manusia tersebut.
Masyarakat terbagi menjadi 2 golongan, yaitu :
- a) Masyarakat sederhana. Dalam lingkungan masyarakat
sederhana (primitive) pola pembagian kerja cenderung dibedakan menurut
jenis kelamin. Pembagian kerja berdasarkan jenis kelamin, nampaknya
berpangkal tolak dari latar belakang adanya kelemahan dan kemampuan
fisik antara seorang wanita dan pria dalam menghadapi
tantangan-tantangan alam yagn buas saat itu.
- b)Masyarakat Maju. Masyarakat maju memiliki aneka ragam kelomok
sosial, atau lebih dikenal dengan sebuatan kelompok organisasi
kemasyarakatan yang tumbuh dan berkembang berdasarkan kebutuhan serta
tujuan tertentu yang akan dicapai. Dalam lingkungan masyarakat maju,
dapat dibedakan.
- Ø KELOMPOK MASYARAKAT INDUSTRI
Durkheim mempergunakan variasi pembangian kerja sebagai dasar untuk
mengklasifikasikan masyarakat, sesuai dengan taraf perkembangannya. Akan
tetapi is lebih cenderung mempergunakan dua taraf klasifikasi, yaitu
yang sederhana dan yang kompleks. Masyarakat-masyarakat yang berada di
tengah kedua eksterm tadi diabaikannya (Soerjono Soekanto, 1982 : 190).
Jika pembagian kerja bertambah kompleks, suatu tanda bahwa kapasitas
masyarakat semakintinggi. Solidaritas didasarkan pada hubungan saling
ketergantungan antara kelompok-kelompok masyarakat yang telah men2enal
pengkhususan.Otonomi sejenis, juga menjadi ciri daribagian/
kelompok-kelompok masyarakat industri. Otonomi sejenis dapat diartikan
dengan kepandaian/keahlian khusus yang dimiliki seseorang secara
mandiri, sampai pada batas-batas tertentu.
Contoh-contoh : tukang roti, tukang sepatu,tukang bubut, tukang las,
ahli mesin, ahli listrik dan ahli dinamo, mereka dapat bekerja secara
mandiri. Dengan timbulnya spesialisasi fungsional, makin berkurang pula
ide-ide kolektif untuk diekspresikan dan dikerjakan bersama. Dengan
demikian semakin kompleks pembagian kerja, semakin banyak timbul
kepribadian individu. Sudah barang tentu masyarakat sebagai keseluruhan
memerlukan derajat integrasi yang serasi. Akan tetapi hanya akan sampai
pada batas tertentu, sesuai dengan bertambahnya individualisme.
- Ø KELOMPOK MASYARAKAT INDUSTRI PRODUKTIF
Ketahanan perekonomian negara kita sangat rapuh karena tidak banyak
produk buatan negeri ini yang dapat diekspor ke luar negeri dan menjadi
sumber devisa negara kita. Kita belum mampu mengolah sumber daya alam
yang ada di negeri ini secara maksimal menjadi produk yang dapat
diekspor. Lemahnya industri pengolahan produk pertanian atau pascapanen
kita menyebabkan produk-produk pertanian kita tidak mampu menembus
pasaran dunia. Kita perlu belajar banyak dalam membudidayakan, mengolah,
mengemas, mengalengkan, dan memasarkan produk-produk hasil pertanian ke
luar negeri. Tumbuhnya budaya industri hasil pertanian juga perlu
didukung oleh hasil-hasil penelitian dan pengembangan bidang pertanian
sehingga dapat memiliki nilai tambah secara bernilai tinggi.
Membangun industri yang berbasiskan pengetahuan (knowledge based)
dengan inovasi membutuhkan kerjasama. Selain itu, jenis industri yang
dikembangkan pun seharusnya mempertimbangkan keunggulan komparatif
negara kita dan yang mampu menyerap tenaga kerja dalam jumlah yang
banyak. Dari sini diharapkan bahwa dengan adanya kerja sama dan keahlian
profesi dapat memberikan peningkatan knowledge based economy masyarakat
dan negara melalui kerja sama yang saling menguntungkan dengan pihak
industri dan dampaknya juga diharapkan dapat dirasakan oleh masyarakat
melalui industri skala kecil dan menengah.
Dalam meningkatkan industri yang ada di negara kita ini maka kita
perlu mengetahui faktor yang mempengaruhi hasil kerja dan kepuasan kerja
serta cara/prosedur agar hasil kerja dan kepuasan kerja maksimum.
Melakukan penyelidikan-penyelidikan yang berhubungan dengan
kegiatan-kegiatan personnel management sangatlah penting. Kenapa
demikian? Karena dengan penyelidikan tersebut, kita dapat lebih mudah
untuk melakukan suatu pekerjaan dalam hal kerja sama. Kerja sama
merupakan hal penting dalam meningkatkan produktifitas.
Setiap orang memiliki kognitif dan konaktif yang berbeda namun hal
tersebut dapat ditingkatkan dan dikembangkan lagi dengan meningkatkan
keahlian dan kreatifitasnya. Keahlian dan kreatifitas tersebut
melingkupi banyak hal seperti intelegensi, bakat, minat, kepribadian,
motivasi, dan edukasi. Pada pekerjaan tertentu sifat-sifat kepribadian
seseorang sangat berhubungan dengan kesuksesan dalam bekerja. Pengukuran
kepribadian dalam bimbingan jabatan karyawan juga berguna bagi
maksud-maksud tertentu.
Untuk mendukung industri yang lebih produktif lagi, kita juga dapat
melakukan pendekatan dengan cara merubah stimulus di negara kita ini.
Dengan stimulus yang tepat dan benar maka akan dapat mendukung proses
kerja dari tenaga kerja tersebut. Dan masyarakat juga akan lebih banyak
termotivasi untuk bekerja. Motivasi kerja merupakan pendorong semangat
kerja. Kuat dan lemahnya motivasi kerja seoarang tenaga kerja ikut
menentukan besar kecilnya prestasi kerjanya. Untuk mendukung pekerjaan
juga sebaiknya diperlukan adanya kebutuhan untuk mencapai sukses,
berhubungan erat dengan pekerjaan, dan mengarahkan tingkah laku pada
usaha untuk mencapai prestasi tertentu. Oleh sebab itu masyarakat
industri yang produktif perlu mendapatkan pendidikan atau keterampilan
yang lebih dan memadai dalam hal stimulus dan masalah teknis serta
struktural sehingga negara kita dapat menghasilkan begitu banyak produk
untuk diekspor.
- Ø KELOMPOK MASYARAKAT NON INDUSTRI
Secara garis besar, kelompok ini dapat digolongkan menjadi gua
golongan yaitu kelompok primer dan kelompok sekunder. Dalam kelompok
primer, interaksi antar anggotanya terjadi lebih intensif, lebih erat,
lebi akrab. Kelompok ini disebut juga kelompok face to face group.Sifag
interaksi bercirak kekeluargaan dan lebih berdasarkan simpati. Pembagian
kerja atau pembagian tugas pada kelompok ini dititik berakan pada
kesadaran, tanggungjawab para anggotadan berlangsung atas dasar rasa
simpati dan secara sukarela. Dalam kelompok sekunder terpaut saling
hubungan tidak langsung, formal, juga kurang bersifat kekeluargaan. Oleh
krn itu sifat interaksi, pembagian kerja, diatur atas dasar
pertimbangan-pertimbagnan rasional obyektif. Para anggota menerima
pembagian kerja atas dasar kemampuan / keahlian tertentu, disamping
dituntut target dan tujuan tertentu yang telah ditentukan.
- D. HUBUNGAN ANTARA INDIVIDU KELUARGA DAN MASYARAKAT
v
MAKNA INDIVIDU
Manusia adalah makhluk individu,berarti makhluk yang tidak dapat di
bagi 2,tidak dapat dipisah-pisah kan antara jiwa dan raganya.
v
HUBUNGAN ANTARA INDIVIDU KELUARGA DAN MASYARAKAT
Individu barulah dikatakan sebagai individu apabila pada perilakunya
yang khas dirinya itu diproyeksikan pada suatu lingkungan sosial yang
disebut masyarakat. Satuan-satuan lingkungan sosial yang mengelilingi
individu terdiri dari keluarga, lembaga, komunitas dan masyarakat.
1.
Hubungan individu dengan keluarga
Individu memiliki hubungan yang erat dengan keluarga, yaitu dengan
ayah, ibu, kakek, nenek, paman, bibi, kakak, dan adik. Hubungan ini
dapat dilandasi oleh nilai, norma dan aturan yang melekat pada keluarga
yang bersangkutan.
Dengan adanya hubungan keluarga ini, individu pada akhirnya memiliki hak dan kewajiban yang melekat pada dirinya dalam keluarga.
2.
Hubungan individu dengan lembaga
Lembaga diartikan sebagai sekumpulan norma yang secara terus-menerus
dilakukan oleh manusia karena norma-norma itu memberikan keuntungan bagi
mereka.
Individu memiliki hubungan yang saling mempengaruhi dengan lembaga
yang ada disekelilingnya. Lingkungan pekerjaan dapat membentuk individu
dalam membentuk kepribadian. Keindividuan dalam lingkungan pekerjaan
dapat berperan sebagai direktur, ketua dan sebagainya. Jika individu
bekerja, ia akan dipengaruhi oleh lingkungan pekerjaannya.
3.
Hubungan individu dengan komunitas
Komunitas dapat diartikan sebagai satuan kebersamaan hidup sejumlah
orang banyak yang memiliki teritorial terbatas, memiliki kesamaan
terhadap menyukai sesuatu hal dan keorganisasian tata kehidupan bersama.
Komunitas mencakup individu, keluarga dan lembaga yang saling berhubungan secara independen.
4.
Hubungan individu dengan masyarakat
Hubungan individu dengan masyarakat terletak dalam sikap saling
menjungjung hak dan kewajiban manusia sebagai individu dan manusia
sebagai makhluk sosial. Mana yang menjadi hak individu dan hak
masyarakat hendaknya diketahui dengan mendahulukan hak masyarakat
daripada hak individu. Gotong royong adalah hak masyarakat, sedangkan
rekreasi dengan keluarga, hiburan, shopping adalah hak individu yang
semestinya lebih mengutamakan hak masyarakat.
- E. URBANISASI
Urbanisasi adalah perpindahan penduduk dari
desa ke
kota.
Urbanisasi adalah masalah yang cukup serius bagi kita semua. Persebaran
penduduk yang tidak merata antara desa dengan kota akan menimbulkan
berbagai permasalahan kehidupan sosial kemasyarakatan. Jumlah
peningkatan penduduk kota yang signifikan tanpa didukung dan diimbangi
dengan jumlah lapangan pekerjaan, fasilitas umum, aparat penegak hukum,
perumahan, penyediaan pangan, dan lain sebagainya tentu adalah suatu
masalah yang harus segera dicarikan jalan keluarnya.
Berbeda dengan perspektif ilmu kependudukan, definisi
Urbanisasi berarti
persentase penduduk yang tinggal di daerah perkotaan. Perpindahan
manusia dari desa ke kota hanya salah satu penyebab urbanisasi.
perpindahan itu sendiri dikategorikan 2 macam, yakni: Migrasi Penduduk
dan Mobilitas Penduduk. Migrasi penduduk adalah perpindahan penduduk
dari desa ke kota yang bertujuan untuk tinggal menetap di kota.
Sedangkan Mobilitas Penduduk berarti perpindahan penduduk yang hanya
bersifat sementara saja atau tidak menetap.
Untuk mendapatkan suatu niat untuk hijrah atau pergi ke kota dari
desa, seseorang biasanya harus mendapatkan pengaruh yang kuat dalam
bentuk ajakan, informasi media massa, impian pribadi, terdesak kebutuhan
ekonomi, dan lain sebagainya.
Pengaruh-pengaruh tersebut bisa dalam bentuk sesuatu yang mendorong,
memaksa atau faktor pendorong seseorang untuk urbanisasi, maupun dalam
bentuk yang menarik perhatian atau faktor penarik.
Proses urbanisasi karena ada faktor-faktor pendorong urbanisasi
menurut Hammond (1979: 70)umumnya berjumlah delapan dengan urutan
sebagai berikut:
- Kemajuan dalam bidang pertanian. Adanya mekanisme di bidang
pertanian yangmendorong dua hal: tersedotnya sebagian tenaga kerja
agraris ke kota untuk menjadi buruh industri; bertambahnya hasi
pertanian untuk menjamin kebutuhanpenduduk yang hidupnya dari pertanian.
- Industrialisasi, karena industri-industri tergantung kepada bahan
mentah dansumber tenaga, maka pabrik-pabrik didirikan di lokasi sekitar
bahan mentah demimurahnya pengelolaan.
- Potensi pasaran, dengan berkembangnya industri ringan melahirkan
kota-kota yangmenawarkan diri sebagai pasaran hasil diteruskan kepada
kawasan pedesaan. Kota-kota perdagangan tersebut lalu menarik
pekerja-pekerja baru dari pedesaan dandengan begitu kota bertambah
besar.4.
- Peningkatan kegiatan pelayanan, dimana industri tersier dan kuarter
tumbuh danmeningkatkan perdagangan, taraf hidup dan memacu munculnya
organisasiekonomi dan sosial.5.
- Kemajuan transportasi, bersama kemajuan komunikasi ini didorong
majunyamobilitas penduduk, khususnya dari pedesaan ke kota-kota
di dekatnya.6.
- Tarikan sosial dan kultural, dimana di kota banyak hal yang menarik dalam halhiburan.7.
- Kemajuan pendidikan, tak hanya sekolah-sekolah yang menarik kaum
muda untuk pindah ke kota,juga media massa yang menyadarkan masyarakat
akan pentingnyapendidikan sebagai sarana untuk sukses dalam usaha.8.
- Pertumbuhan penduduk alami, disamping penduduk kota bertambah
oleh masuknyaurbanisasi, angka kelahiran di kota lebih tinggi dibanding
di desa, ini akibatkemajuan di bidang kesehatan.
referensi:
http://fatahiq.wordpress.com/2012/10/24/pertumbuhan-individukeluarga-dan-masyarakat/
http://abyfarhan7.blogspot.com/2011/12/pengertian-individu-keluarga-dan.html
http://id.shvoong.com/writing-and-speaking/2148110-pengertian-individu/
http://www.scribd.com/doc/76066106/23/Proses-Urbanisasi
http://harrybudianto.wordpress.com/2011/10/20/tugas-isd-bab-iii/